Klub Sepak Bola yang Berbasis di Kota Turin, Ini Dia

Selain terkenal dengan industri, pemandangan dan bangunan-bangunan indah, terdapat terdapat dua klub sepak bola yang berbasis di Kota Turin yang sangat terkenal, yaitu Juventus dan Torino. Juventus sudah tidak perlu diragukan lagi, bahkan orang yang tidak menyukai bola pasti setidaknya pernah mendengar nama klub bola Juventus. Sementara Torino merupakan klub bola yang berjaya di tahun 1940-an.

Dua klub sepak bola yang berbasis di Kota Turin ini memang telah menjadi rival sejak zaman dulu. Juventus adalah klub bola yang didirikan pada tahun 1897, sementara Torino dibentuk pada tahun 1906. Laga Derby Della Mole adalah pertandingan yang mempertemukan kedua klub besar tersebut. Selain itu pula, rivalitas mereka terlihat dari adanya kubu warga di Kota Turin yang seolah terbagi menjadi dua kubu, kubu Juventus dan kubu Torino.

Il Toro Alias Si Banteng, Sebutan Klub Torino

Klub Torino ini dibangun oleh Alfredo Dick, seseorang eks petinggi Juventus dan juga penyandang dana terbesar yang kemudian membelot membentuk klub lain karena merasa ‘sakit hati’ setelah dikeluarkan dari Juventus oleh para Direksi.

Dick bersama dengan teman-teman dari Swiss juga tergabung dalam Torinese Football Club. Dari situ kemudian Alfredo membangun klub barunya, yaitu Torino. Dikutip dari theflanker.id, Torino merupakan kesebelasan pekerja, baik dari provinsi atau negara tetangga, masyarakat kelas menengah dan orang-orang miskin.

Puncak keemasan klub sepak bola berbasis di Kota Turin yang juga termasuk klub bola tua di Italia ini adalah pada periode 1940-an yang sering disebut Grande Torino. Dipimpin oleh Ferruccio Novo, bersama dengan Vittorio Pozzo dan eks pemain Antonio Janni dan Mario Sperone, mereka mulai merombak keseluruhan klub menjadi lebih terstruktur.

Hal tersebut terbukti berhasil. Usai perombakan tersebut, Torino menjadi klub pertama yang berhasil mengawinkan gelar Serie A dan Coppa Italia pada musim yang sama. Hal tersebut membuat klub-klub lain seperti Juventus dan Milan tidak berdaya. Itulah saat dimana Il Toro mencapai puncak kejayaannya.

Namun, kejayaan itu harus mengalami kemunduran drastis ketika kejadian kecelakaan pesawat terjadi pada tanggal 04 Mei 1949. Hampir seluruh pemain dan juga pelatih tewas dalam kecelakaan tersebut. Setelah itu, Torino mulai meredup karena kehilangan pemain tangguh terbaiknya. Terlepas dari semua hal yang terjadi, hingga saat ini Torino adalah klub terbaik yang pernah dimiliki oleh Italia.

Pendukung Torino kebanyakan berlatar belakang pekerja karena Turin dikenal sebagai dengan kota industri. Meskipun begitu, saking mengidolakan klub sepak bola satu ini, mereka tidak segan-segan merogoh kocek yang dalam demi dapat membeli tiket pertandingan. Memang di dunia olahraga, khususnya sepak bola, pasti akan ada fans ‘garis keras’ yang ikut meramaikan pertandingan yang terjadi. Dan hal ini ternyata memang sudah berjalan sejak zaman dulu, hingga kini.

La Vecchia Signora Alias Si Nyonya Tua, Julukan untuk Juventus

Klub sepak bola yang berbasis di Kota Turin selanjutnya adalah Juventus. Berbeda dengan Torino, Juventus lahir dari kalangan kelas atas yang bersekolah di Massimo D’Azeglio. Selain itu juga, klub ini didukung oleh FIAT. Hal ini diperkuat ketika Edoardo Agnelli, anak dari pendiri FIAT ditunjuk sebagai presiden klub Juventus oleh para direksi. Semenjak itu perlahan dominasi Juventus mulai terlihat, yaitu menjadi klub bola profesional pertama di Italia dan termasuk salah satu klub paling sukses di dunia.

Prestasi Juventus begitu gemilang. Walaupun pernah tidak berkutik oleh rival satu kota, Torino di era 1940-an, namun buktinya sampai dengan saat ini, Juventus dinobatkan menjadi salah satu klub yang paling sukses di dunia. Mereka mampu memenangkan 36 gelar juara liga, 13 gelar Coppa Italia, dan delapan gelar Supercoppa Italiana.

Hampir sama dengan Torino yang memiliki sejarah kelam, Juventus juga memilikinya yang terkenal dengan tragedi Heysel. Namun berbeda dengan Torino yang menimpa para pemain, tragedi ini menewaskan 39 pendukung Juventus akibat aksi brutal pendukung Liverpool pada saat itu.

Hal menarik mengenai klub sepak bola yang berbasis di kota Turin salah satunya adalah mengenai penggemar mereka. Bak rival besar karena berasal dari satu kota, penggemar dua klub besar ini sering terlibat pertengkaran. Yang paling terkenal –walaupun terbilang tidak etis- mereka saling mengolok satu sama lain dengan membawa-bawa tragedi yang dialami masing-masing klub pada saat pertandingan, dengan tujuan untuk menguak kembali sejarah kelam masing-masing klub tersebut.

Terlepas dari rivalitas itu semua, Torino dan Juventus adalah dua klub besar yang juga memberikan dampak besar bagi Italia. Torino dianggap sebagai sebuah klub ‘sakral’ bagi warga Italia, sementara Juventus menjadi simbol budaya Italia.

About the Author: Erina Nakagawa